Selasa, 01 Juni 2010

Dia mati bagiku


Kematian terkadang menyeramkan bagi kita, namun ada hal yang melebihi itu bahwa sang pencipta kita yaitu Yesus Kristus rela mati bagi kita. Kenapa Ia rela mati bagi kita ? Banyak sekali argumen-argumen mengenai hal itu, namun saya disini mencoba mengutarakan dalam konteks alkitabiah. Salah satunya adalah kita telah jatuh karena dosa, yaitu dosa mula-mula oleh manusia pertama (Kej 3:1-6,13; 2Kor 11:3).
Pada mulanya diciptakan manusia bersih namun akhirnya tergoda oleh godaan iblis yang berwujud ular, sehingga tanpa disadari telah masuk ke dalam perangkapnya. Padahal sebelumnya Ia telah memeringatinya (Kej 3:3).  Namun apa daya memang terkadang tipu daya iblis kelihatan indah di depannya namun hasilnya begitu membuat kita dapat menderita seumur hidup.
Kami pernah terkena sebuah musibah dimana akhirnya kami harus mengorbankan apa yang kami miliki. Namun untuk mencapai kesitu kami butuh perjuangan dan bahkan istri saya sempat mau bunuh diri. Saya sebagai kepala keluarga harus kuat dan menguatkan istri. Saya bilang ke istri, Ia telah susah-susah turun ke bumi untuk membuat kita hidup masa kamu mau mati..Jangan!!. Kematian tidak menyelesaikan permasalahan namun akan menjadi masalah baru bagi kamu dan bagi kita yang masih di dunia serta Ia sangat tidak setuju kita melakukan itu. Kamu harus KUAT !!. Berkali-kali saya berkata demikian, bahkan sampai akhirnya kita berkonsultasi dengan hamba Tuhan tempat saya beribadah. Pesan yang kami dapat permasalahan akan selalu ada tinggal bagaimana kita menyikapi dan menghadapi permasalahan tersebut serta jangan biarkan permasalahan itu menjadi boomerang di kemudian hari. Akhir kata saat ini permasalahan sudah selesai dan sekarang kita tinggal menatap ke depan yang Ia telah sediakan bagi kita.
     Dari permasalahan tersebut kami dapat melihat bahwa kematianNya benar-benar nyata dalam kehidupan kami dan dengan berpegang denganNya masalah kita terselesaikan. Dia telah membebaskan belenggu dalam hidup kami, dan melalui peristiwa kematianNya kami sudah terbebas.
     Saya tidak terbayangkan jika Ia tidak turun ke dunia apa jadinya kita semua, masih terbelenggu dosa dan belum terselamatkan. Dan karena dosa juga memiliki upah yaitu maut (Rm6:23) , sehingga jika Ia tidak datang kita masih/akan berada di dalam kematian dan tidak dapat menikmati hidup kekal. Dan setiap kita akan terkatung-katung di dalam dunia fana ini tanpa kejelasan arah, menikmati serta mengejar hal-hal duniawi tanpa batas karena kata orang ‘mumpung hanya hidup sekali di dunia. Perkataan ini mungkin sudah terucap atau bahkan sudah sejak dahulu kala, bahkan di sebutkan di dalam firman pernah suatu waktu manusia sudah masuk ke dalam dosa yang sangat dalam,. Kejahatan dimana-mana sehingga Ia menyesal telah menciptakan kita dan hendak melenyapkan kita smua dari muka bumi,  namun hanya Nuh dan keluarganya beserta binatang-binatang yang dipilih yang mendapatkan belas kasihan dariNya sehingga hanya Ia dan keluarganya yang diperkenankan hidup dengan menyiapkan bahtera yang Ia suruh buat (Kej 6-8).
     KematianNya adalah ibarat sebuah pintu yang sudah terbuka bagi kita yang harus kita lewati agar memperoleh hidup kekal dan tidak berada di dalam maut, oleh karena itu Ia sudah menebus kita dengan harga yang sangat mahal janganlah kita mensia-siakan yang sudah dilakukanNya 2000thn yang lalu dengan mencemarkan namaNya dan menikmati hal-hal yang keduniawian semata. Semua kita sudah diselamatkan sejak 2000thn yang lalu bahkan sebelum kita ada, dan Ia sudah membersihkan semua dosa dengan melewati alam maut. Hal ini bisa kita lakukan dengan memberitakan karya keselamatanNya yang sudah dilakukan kepada kita pribadi melalui kesaksian-kesaksian kita dan cara hidup kita kepada orang yang belum mengenal bahkan sudah mengenal namun sedang dalam kesulitan. Karena dengan begitu kita sudah memberinya cahaya terang yang sudah diberikannya melalui kita sehingga mereka dapat terselamatkan.
     Sebagai penutup dari tulisan ini, kematianNya bagi saya dan keluarga adalah sangat berarti dan memberikan cahaya yang luar biasa. Karena tanpa kamatian dan kebangkitanNya iman kita tidak akan sanggup menghadapi hidup yang keras ini.

1 komentar:

antz mengatakan...

Oh Krisma sudah berapa lama kita tidak bertemu ternyata engkau menjadi seorang penulis yang handal dalam Kristus :).